DURUSUL LUGHOH JILID 1 #PELAJARAN KE-4A

Leave a Comment
Muroja'ah Pelajaran Durusullughoh Jilid 1.

Pelajaran 4 bagian pertama.

〰〰〰〰〰〰

Bismillahirrahmanirrahim. 

Saatnya muroja'ah… 

Akhowati fillah -semoga allah merahmati kalian semua-.

Dalam pelajaran keempat ini kita mempelajari beberapa istilah baru dalam kaidah bahasa arab, diantaranya adalah :

1⃣ "Huruf Jar" 

Apa itu "huruf jar" ?

"Huruf jar" biasa dikenal dalam bahasa kita dengan istilah "kata depan", seperti; (di, ke, dari dll).

Contoh beberapa huruf jar dalam bahasa arab adalah :

1. فِي : di dalam

2. عَلى : di atas

Akan tetapi kita perlu ketahui, huruf jar ini mempunyai satu peran yang penting dalam bahasa arab, yaitu MENJADIKAN HAROKAT AKHIR SUATU KATA MENJADI KASROH.

Contohnya, kata :

الكتابُ 

Asal harokat akhirnya adalah dhommah, dalam bahasa arab kita sebut dengan istilah "marfu'".

Kalau setelah dimasuki huruf jar (فِي), misalnya, maka menjadi :

فِي الكِتابِ.

Harokat akhirnya menjadi kasroh.
Dalam istilah bahasa arab disebut dengan "majrur".

Pertanyaan :

Kalau kata : 

المَكتَبُ

Apa harokat akhirnya? 

"Dhommah" ustadz. 

Apa nama istilahnya dalam bahasa arab? 

Marfu', ustadz.

Mumtaz… 

Kalau kemasukan huruf jar (عَلى) berubah tidak harokat akhirnya ?

Na'am ustadz, menjadi :

على المَكتَبِ.

harokat akhirnya menjadi kasroh kan ustadz.

Terus nama istilahnya apa? 

Nama istilahnya "Majrur" ustadz.

Mumtaz…. Baarokallahu fiik.

2⃣ Pada pelajaran ini kita juga belajar kata tanya baru yaitu (أينَ).

Masih ingat ya, istilah kata tanya dalam bahasa arab dinamakan dengan "isim istifham".

Kata tanya baru yang kita pelajari disini adalah kata tanya :

أينَ : "ayna"

Artinya adalah "dimana", fungsinya adalah untuk menanyakan keberadan suatu tempat. 

Contohnya : apabila kita mau bertanya keberadaan teman kita Muhammad, bagaimana cara kita bertanya? 

Caranya adalah kita gunakan kata tanya (أين). Kemudian kita rangkai katanya menjadi :

أينَ مُحَمّدٌ ؟

Artinya : "dimana Muhammad? "

Kalau jawabannya "Muhammad di dalam kelas".

Kita jawab dengan rangkain kata :

مُحَمّدٌ في الفَصلِ

Artinya : "Muhammad di dalam kelas"

Kalau Muhammad didalam kamar mandi? 
Kita jawab :

مُحَمّدُ في الحَمّامِ

Artinya : "Muhammad di dalam kamar mandi."

Fahimtum ? (Paham?) 

Insyallah… 

Pertanyaan :

Kalau kamu mau bertanya : "Dimana Gula?", bagaimanakah cara kamu mengungkapkannya dengan bahasa arab? 

Mudah ustadz, begini kan :

أينَ السّكَّرُ ؟

Artinya : "dimana gula?"

Mumtaz… 

Kalau dijawab dengan "Gula itu didalam dapur", bagaimana kamu mengungkapkannya? 

Begini kan ustadz.. 

السّكّرُ فِي المَطبَخِ.

Artinya : "Gula itu di dalam dapur."

Mumtaz... 

Kalau sudah paham, kita lanjutkan pelajarannya… 

3⃣ Dalam pelajaran ini, kita juga belajar sebuah kata benda, atau dalam bahasa arab di istilahkan dengan "isim" apabila dilihat dari penggunaan kepada jenisnya.

Dalam Bahasa Indonesia Kata benda didefinisikan dengan : "Kelas kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan."

Hal ini tidaklah jauh berbeda dengan makna kata benda atau "isim" didalam Bahasa Arab.
Hanya saja, kata benda dalam bahasa arab mempunyai keistimewaan berbeda dibanding dengan bahasa selainnya. 

Diantara keistimewaannya adalah Kata benda bila dilihat dari jenis penggunaannya dibagi menjadi 2 bagian :

1. Kata benda yang menunjukan jenis lelaki, dalam bahasa arab di istilahkan dengan "Isim Mudzakkar".

2. Kata benda yang menunjukan jenis perempuan, dalam bahasa arab di istilahkan dengan "Isim Muannats".

Contoh Kata benda untuk nama sesorang :

Kata :أحمَد، مَحمُود، مُحمّدٌ

Isim mudzakkar atau isim muanats ?

Sudah jelas kita katakan, itu sebagai "isim mudzakkar". Karena Muhammad nama yang digunakan untuk lelaki.

Kalau kata : زَينَبُ، فاطِمَةُ

Isim mudzakkar atau isim muannats ?

Sudah jelas itu adalah "isim muannats" karena Zainab digunakan untuk nama perempuan.

Hal ini tidak ada bedanya dengan Bahasa kita, iya bukan…? 

Permasalahannya adalah, kalau kata benda ini bukanlah sesuatu yang menyatakan nama seseorang, seperti ;
(Rumah, Jam, Mobil, Hape, dll).
Bisakah kita bedakan jenisnya antara "isim mudzakkar" dan "isim muannats"nya ?

Baru saja mau saya tanyakan ustadz…. 

Baiklah kalau begitu, hal ini dapat kita bedakan dengan akhir huruf yang digunakan pada setiap kata benda tersebut.

MOHON DIINGAT YA…! 

Apabila "isim" diakhiri dengan huruf "ta marbutoh", maka itulah yang menunjukan kepada "isim muannats".

Paham…? 

"Ta marbutoh" itu apa sih ustadz? 

Bagus… 

"Ta marbutoh" adalah "ta" yang bentuknya seperti ini : 
ة، atau ىة

Contoh kata :

سَاعَةٌ : jam

Muadzakkar atau muannats ?

Muannats ustadz.

Bagus… 

Sekarang, kata :

سَيَّارَةٌ : mobil

Mudzakkar atau Muannats ?

Muannats ustadz.

Bagus… 

Kalau kata :

بَيتٌ : Rumah

Mudzakkar atau Muanntas? 

yah ustadz, gampang atuh, muanntas kan? 

Salah jawabannya, yang benar adalah "mudzakkar" karena huruf "ta"nya bukan "ta" marbutoh, tapi "ta maftuhah" yaitu ("ta" yang terbuka). Paham? 

Paham ustadz, insyaallah... 

Baiklah kalau begitu, sekarang kita berlanjut pada pelajaran selanjutnya...

Namun ditakutkan tulisannya terlalu panjang, kita cukupkan sampai disini dulu ya… insyaallah kita lanjutkan point berikutnya di tulisan berikutnya.

Semoga Bermanfaat dan Bisa Dijadikan Sedikit Bahan Murojaah Buat Kita Semua

Baarokallahu fiikunna…
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar