Durusullughoh Jilid 1
Faidah Pertemuan Minggu Lalu Dari Pelajaran kelima.
⏰ Jum'at, 13 Februari 2015, 24 Rabiul Akhir 1436 H
〰〰〰〰〰〰〰
بسم الله الرحمن الرحيم.
Akhowati fillah-Rohimakunnallah-.
Pada pertemuan pekan lalu kita telah memasuki pelajaran ke-5 dari kitab durusullughoh arobiyyah.
Kaidah apakah yang kita pelajari dari pelajaran ini?
✅ Dalam pelajaran ini kita akan mempelajari 3 inti kaidah bahasa arab baru, yaitu :
1. Al-Idhofah
2. Harfun nida
3. Hamzah washol
✅ Untuk memebahas ketiga permasalahan diatas kita bagi menjadi 2 bagian :
1. Bagian pertama kita bahas Al-Idhofah
2. Bagian kedua akan kita bahas harfun nida dan hamzah washol.
✅ Kita masuk bagian pertama :
Di bagian pertama ini pada jum'at lalu kita sama-sama mempelajari sebuah istilah baru dalam bahasa arab yang bernama "Al-Idhofah".
Apa sih Al-idhofah itu?
✅ Al-Idhofah secara bahasa maksudnya adalah menyandarkan. Namun, menurut istilah bahasa arab maksud dari Al-Idhofah adalah menyandrakan kata pertama kepada kata kedua sehingga memiliki makna baru, atau lebih mudahnya kita katakan menggabungkan 2 kata menjadi satu sehingga membentuk makna baru.
Mohon diingat ya… !
Istilah kata pertama : Mudhof
Istilah kata kedua : Mudhof ilaihi
✅ Untuk lebih jelasnya perhatikanlah penerapan Al-idhofah berikut ini :
Contoh : saya memiliki 2 kata yang ingin saya gabungkan jadi satu.
Kata pertama : Buku (kitaabun)
Bahasa arabnya : كتابٌ
Kata kedua : Guru (mudarrisun)
Bahasa arabnya : مُدَرّسٌ
Terus cara menggabungkannya gmna?
✅ Caranya kita harus mengetahui syarat dari Mudhof dan Mudhof ilaihi.
Memangnya apa saja sih syaratnya..?
Mohon diingat ya…!
✅ Syarat dari mudhof 2, yaitu :
1. Gak boleh ada (ال) alif dan lam.
2. Gak boleh bertanwin.
✅ Syarat Mudhof ilaihi 1, yaitu :
1. Harus majrur.
Kita gabung menjadi :
كِتابُ مُدَرّسٍ
(Kitabu mudarrisin).
Contoh lainnya nih.. :
Kata pertama : قَلَمٌ
Kata kedua : المُدرّسُ
Kita gabungkan menjadi :
قَلَمُ المُدَرّسِ.
(Qolamul mudarrisi)
Terus faidah dari mempelajari idhofah itu apa?
✅ Faidah mempelajari kata Idhofah. (Mudhof - Mudhofun Ilaihi) adalah :
1. Kita jadi mengetahui bahwasannya sebuah kata benda bisa hilang tanwinnya apabila dalam keadaan mudhof.
2. Kita jadi mengetahui bahwasannya sebuah kata benda bisa menjadi majrur apabila dalam keadaan mudhof ilaihi.
3. Dengan mengetahui bentuk idhofah kita dapat mengetahui makna yang terkandung dalam pembentukan kata tersebut.
Memangnya makna apa saja sih yang terkandung dari bentuk al-idhofah?
✅ Diantara makna yang terkandung dalam bentuk idhofah adalah :
1. Mengandung makna (لِ) yang berarti (kepemilikan) dan inilah asalnya dan makna yang paling banyak terkandung padanya.
Contoh :
1.كتَابُ مُحَمّدٍ
Artinya : Buku Muhammad
Maksudnya : Buku kepunyaam Muhammad.
2.قَلَمُ مُدرّسٍ
Artinya : Pulpen Guru.
Maksudnya : Pulpen kepunyaan Pak Guru.
2. Mengandung makna (مِنْ) "dari". Maksudnya memberikan makna (jenis). Dan makna ini jarang.
Contoh :
1.خَاتَمُ ذَهَبٍ
Artinya : Cincin emas.
Maksudnya : Cincin terbuat dari emas.
2.بابُ حَدِيدٍ.
Artinya : Pintu besi.
Maksudnya : Pintu terbuat dari besi.
3. Mengandung makna (في) artinya "didalam" dan makna ini yang sangat jarang digunakan.
Contoh :
1.عَذابُ القَبرِ
Artinya : Adzab (siksa) Kubur.
Maksudnya : Adzab didalam Kubur.
2.أصحَابُ النّارِ
Artinya : Penghuni nereka
Maksudnya : Penghuni didalam neraka.
Sekarang saya punya pertanyaan nih, mohon dijawab ya…!
Manakah penerapan kaidah Al-Idhofah yang benar dari kalimat berikut ini?
الرسول اللهِ
بيتٌ اللهِ
مِفتَاحُ السيّارةَ
بابُ المَسجِدِ
Ayoo… bisa jawab ga nih?
Mudah bukan…
Semoga bisa dijadikan sebagai bahan murojaah, khususnya bagi yang tidak hadir pada pertemuan jum'at lalu.
Insyaallah kita akan lanjutkan faidah bagian kedua dari pelajaran kelima dari kitab durusullughoh pada pertemuan yang akan datang.
Baarokallahu fiikunna dan semoga bermanfaat
Senin, 16 februari 2015 - 27 Rabiul Akhir 1436 H
0 komentar:
Posting Komentar