Faedah Pelajaran Kedelapan.
Kitab Durusullughoh jilid 1
⏰ Jum'at, 26 Rajab 1436 H/ 15 Mei 2015 M
〰〰〰〰〰〰〰
بسم الله الرحمن الرحيم
Akhowati fillah -rohimakuunnallahu- pada pelajaran kedelapan ini, ada beberapa hal yang kita pelajari.
Diantaranya adalah :
1⃣ Cara mengungkapkan dalam bahasa arab sebuah kalimat "ini buku" dan "buku ini".
Ketahuilah, untuk membentuk sebuah kalimat "ini buku" dan "buku ini" dalam bahasa arab ada kaidahnya.
Agar mudah dipahami coba perhatikan kaidah berikut ini :
1. Apabila sebuah isim isyaroh datang setelahnya kata benda (isim) TANPA alif dan lam, maka ini memberikan arti makna yang sempurna.
Contoh :
هذا كتابٌ
"Ini buku"
هذه سيارةٌ
"Ini mobil"
ذلك مَكتَبٌ
"Itu meja"
تلك مكواةٌ
"Itu setrika"
2. Namun apabila isim isyaroh datang setelahnya kata benda (isim) TERDAPAT padanya alif dan lam, dalam bahasa arab ini bukanlah kalimat sempurna, melainkan masih membutuhkan sebuah predikat sebagai penyempurnanya.
Contoh :
Bila kamu katakan kalimat seperti ini,
هذا الكتابُ
Dalam bahasa arab itu bukanlah kalimat, karena kalau diterjemahkan kedalam bahasa indonesia, artinya adalah "Buku ini".
Pastilah orang yang mendengar kalimat ini akan betanya-tanya, memang kenapa dengan buku ini? Baru kah? Lama kah? Atau apa sih?
Memang apa sih yang mau kamu kabarkan tentang buku ini?
Sehingga orang yang mengatakan kalimat itu mau tidak mau harus mendatangkan kata penyempurnanya.
Berbeda kalau ia katakan :
هذا الكتاب جديد
"Buku ini baru"
هذا الكتابُ لِمُحمّدٍ
"Buku ini punya muhammad"
هذا الكتاب على الكرسيّ
"Buku ini diatas meja"
Kalimat inilah yang termasuk sebagai kalimat sempurna.
Pertanyaan :
Pilihlah terjemahan bahasa arab yang benar dari pilihan berikut ini!
1. Itu seorang pedagang.
ذلك كتابٌ
ذلك الكتابُ
2. Pedagang itu kaya.
ذلك تاجر غني
ذلك التاجر غني
3. Itu seorang suster.
ذلك مُمَرّضَة
تلك مُمَرّضَة
4. Suster itu cantik.
تلك الممرضة جميلَة
ذلك الممرضة جميلٌ
2⃣ Cara membentuk kalimat untuk menanyakan kepemilikan suatu benda.
Untuk membuat kalimat tanya seperti itu, ada 2 cara yang bisa kita gunakan.
Cara pertama :
1. كتابُ مَن هَذا ؟
Buku siapa ini?
Ini merupakan kalimat tanya yang pernah kita bahas pada pelajaran lalu, kalau lupa coba murojaah kembali pelajarannya ya....
Cara kedua menggunakan huruf jar "Li" yang memiliki arti kepemilikan.
لِمَن هَذا الكِتَابُ ؟
"Milik siapa buku ini?"
Kira2 dari 2 cara diatas mana ya.. Yang paling mudah.
Susah semua ustadz, pusing ..
Loh kok gitu, pasti gak murojaah nih sebabnya…
Baikalah kalau begitu, coba jawab pertanyaan berikut ya…
Pertanyaan :
Pilihlah terjemah yang sesuai dari kalimat-kalimat tanya berikut ini!
1. Mobil siapakah ini?
سيارةُ مَن هذه؟
سيارة مَن هذا؟
2. Milik siapa mobil ini?
لِمَن هذا السيّارَة؟
لِمَن هذه السيارة؟
3. Tas siapakah itu?
حَقيبَة مَن تِلكَ؟
حقيبَة مَن ذلكَ؟
4. Milik siapa tas itu?
لَمَن تلك السيّارَة؟
َ لِمَن ذلك السيارة؟
3⃣ Mengenal kata benda (isim) diakhiri oleh alif laazimah (ى) atau (ا).
Apa sih contoh kata benda yang diakhiri oleh alif laazimah? Emangnya ada?
Ada, contohnya adalah :
المُستَشفَى، أمريكا، ألمانيا، مُوسَى.
Memangnya kenapa kita harus tahu itu?
Kita harus tahu hal itu, karena sebuah kata yang diakhiri oleh alif laazimah (ى) (ا) harokatnya tidaklah tampak.
Sehingga tanda majrur (kasroh) dan marfu'nya (dhommah) tidaklah tampak.
Coba perhatikan contoh berikut ini…
Suatu kata benda bisa berubah keadaan harokatnya menjadi kasroh disebabkan oleh 2 hal :
1. Kemasukan huruf jar.
2. Dalam keadaan mudhof ilaihi.
Seperti asal kata berikut :
الطالبُ
Ketika kemasukan huruf jar, menjadi :
مِن الطالبِِ
Ketika dalam keadaan mudhof menjadi.
كتابُ الطالِبِ
Namun, apabila kata tersebut diakhiri oleh alif laazimah (ى) (ا) maka harokat akhirnya tidaklah berubah, karena alif tidak bisa menerima harokat.
Contoh pada kata :
مُوسَى
Ketika dimasuki huruf jar ia tetap dalam keadaan semula.
مِنْ مُوسَى
Bukan :
مِنْ مُوسِي
Ketika dalam keadaaan mudhof ia pun juga tetap.
كِتابُ مُوسَى
Bukan dibaca :
كتابُ مُوسِي
4⃣ Mengenal kata depan yang dalam istilah bahasa arab dinamakan dengan dzhorof (keterangan).
Dalam pembahasan ini kita mendapat kata baru dalam bahasa arab yang bernama dzhorof (keterangan) yaitu adalah :
1. أمَامَ : didepan
2. خَلفَ : dibelakang
Fungsi dari dzhorf ini sama dengan huruf jar yaitu adalah memajrurkan kata setelahnya.
Contoh :
1. المَسجِدُ
Menjadi :
أمامَ المَسجِدِ
"Didepan masjid"
2. البيتُ َ
Menjadi :
خَلفَ البَيتِ
"Dibelakang masjid"
Namun ada perbedaan loh antara Dzhorof dan Huruf jar.
Perbedaannya adalah :
Kata yang jatuh setelah dzhorof kedudukannya sebagai Mudhof ilaihi.
Sedangkan kata uang jatuh setelah huruf jar kedudukannya sebagai isim majrur.
Kenapa ?
Karena dzhorof dalam bahasa arab termasuk isim, sehingga kata yang jatuh setelahnya juga isim, sehingga bentuk ini sama dengan Mudhof-Mudhofun ilaihi, yaitu menggambungkan 2 kata menjadi satu.
Alhamdulillah… dengan berakhirnya point keempat berarti pembahasan kita dalam pelajarab kedelapan ini telah selesai.
Apabila dari point diatas ada hal yang belum dipahami, diharapkan untuk segera bertanya kepada ustadz agar tidak tertinggal dalam memahami pelajaran selanjutnya.
Jazaakumullahu khoiron katsiron wa baarokallahu fiikum
Jangan lupa untuk bisa hadir di kelas sore ini ya… َ
0 komentar:
Posting Komentar