Durusullughoh jilid 1
Faidah Pertemuan Minggu Lalu dari Pelajaran Kelima Bagian 2
⏰ Jum'at, 27 Rabiul Akhir 1436 H - 27 Februari 2015 M
〰〰〰〰〰〰〰〰
بسم الله الرحمن الرحيم
Akhowaati fillah -Rohimakunnallah-.
Pada pekan lalu kita telah memasuki point kedua dalam pelajaran kelima dari kitab durusullughoh arobiyah.
Apa saja ya,,, faidah yang kita dapatkan dalam point kedua ini ?
Jawabannya sebagai berikut…
✅ Pada bagian kedua ini, faidah yang kita pelajari adalah :
1⃣ Penggunaan Harfun Nida (حَرفُ النّداءِ).
Apa itu harfun nida?
Harfun nida adalah huruf yang digunakan untuk memanggil seseorang.
Harfun nida berdasarkan penggunaannya dibagi 3 bagian :
1. Digunakan untuk jarak dekat.
Huruf nida yang digunakan adalah (أ).
Contoh :
أ مُحَمّدُ :
"Wahai Muhammad"
Atau :
أ وَلَدُ :
"Wahai anak kecil"
2. Digunakan untuk jarak jauh.
Huruf nida yang digunakan ada 3 :
هَيَا، أيَا، أيْ
Contoh :
هيَا مُحَمّدُ / أيا مُحَمّدُ / أيْ مُحمّدُ
Artinya : "Wahai Muhammad"
3. Bisa digunakan untuk jarak jauh dan dekat.
Huruf nida yang digunakan adalah : (يا)
Contoh :
يا مُحَمّدُ :
"Wahai muhammad"
يا وَلَدُ :
"wahai anak kecil"
Kesimpulan : secara makna semua huruf nida diatas sama, hanya penggunaannya saja yang berbeda. Agar lebih mudah gunakan saja huruf nida (يا) karena huruf ini bisa digunakan dimana saja.
Kaidah kata yang dimasuki huruf nida.
Kata yang dimasuki oleh huruf nida maka TANWINNYA DIBUANG.
Contoh : asalnya "Muhammadun" pake tanwin, setelah dimasuki huruf nida menjadi "yaa Muhammadu".
مُحَمّدٌ ◀ يا مُحَمّدُ
Contoh soal :
Mohon dijawab sendiri ya…
Tentukan jawaban yang benar :
يا أستَاذُ
يا أمٌ
يا يَاسِرٌ
يا عائشَةُ
Kalau gak bisa jawab, tanyakan langsung ke ustadz atau temannya ya. oke…
2⃣ Ungkapan bahasa arab untuk menanyakan kepemilikan suatu benda.
Bagaimanakah kamu mengungkapkan kalimat berikut kedalam bahasa arab?
1. Buku kepunyaan siapa ini?
2. Pulpen kepunyaan siapa ini?
3. Baju kepunyaan siapa ini?
Ana jawab ya ustadz… insyaallah mudah ustadz.
Jawabannya :
1. كِتَابُ مَنْ هذَا؟
"Kitaabu man haadzaa?"
2. قَلَمُ مَنْ هذا؟
"Qolamu man haadzaa?"
3. قَمِيصُ مَنْ هَذا؟
"Qomiishu man haadza?"
Maasyaa allah, mumtaz..
3⃣ Pembahasan Hamzah Washol.
Apa bedanya Hamzah dan Alif ?
Alif adalah huruf khusus yang tidak menerima harokat. Contoh : (ا) atau (ى) pada kata ماء dan فتَى
Hamzah adalah huruf khusus yang menerima harokat. Contoh : أَمَرَ
Eh kamu tahu ga, hamzah itu tidak selalu ditulis diatas "alif" loh,, terkadang dia itu ditulis diatas "wawu" atau diatas "ya". Contoh :
أبٌ - مُؤمِنٌ - بِئرٌ
Bahkan terkadang ditulis begitu aja tanpa bantuan alif, wawu ataupun ya. Contoh :
ماءٌ
Terus cara mengetahuinya gimana?
Caranya adalah kita harus belajar dulu kaidah penulisan hamzah…
Oleh karena itulah para ahli ilmu membuat pembahasan khusus berkenaan dengan penulisan hamzah ini, lantaran penulisannya yang berbeda-beda.
Ulama yang pertama kali menentukan tulisan hamzah seperti ini (ء) adalah Kholil bin Ahmad Al-Farohidi. Beliau seorang ulama tersohor di abad ke 2 Hijiriyah dalam ilmu bahasa, dari didikan beliaulah bermunculan ulama setelahnya, diantaranya adalah Sibawaih Ulama Nahwu kota Basroh dan Al-Kisai Ulama Nahwu kota Kufah.
Alhamdulillah sejarah singkat penulisan huruf hijaiyah sudah kita bahas di kelas. Untuk mempersingkat tulisan langsung saja kita masuk ke inti pembahasan.
Penulisan Hamzah di awal kata terbagi menjadi 2 :
1. Hamzah Qotho'
(همزة قَطعِ)
2. Hamzah Washol
(همزة وصل)
Pengertian hamzah qotho' dan hamzah washol.
Hamzah qotho' adalah Hamzah yang terletak diawal kata dan diletakan diatas atau dibawah alif "ro'sul 'ain (ء)".
Contoh :
أبٌ - أمٌّ - إبطٌ
Hamzah washol adalah hamzah yang terletak diawal kata sebagai washilah dalam mengucapkan huruf yang sukun. Tandanya adalah alif berharokat tanpa diletakan diatas atau dibawahnya "rosul 'ain".
Contoh :
اِبنٌ - اِسمٌ - المَكتَبُ
Biasanya didalam Al-Quranul karim diletakan diatas alif tanda ujung huruf shod.
Kaidah pembacaan hamzah washol dalam kalimat.
Hamzah washol DIBACA harokatnya bila terdapat diawal KALIMAT dan TIDAK DIBACA bila terletak di tengah KALIMAT.
Contoh :
Bagaimanakah kamu membaca kalimat betikut ini :
اِسمُ الوَلَدِ مُحَمّدٌ وَ اسمُ البِنتِ زَينَبُ
Kita baca :
"Ismul waladi muhammadun wasmul binti zainabu"
❌ salah kalau kita baca :
"Ismul waladi muammadun wa ismul binti zainabu"
Jawablah soal berikut ini :
Berikut ini manakah pembacaan hamzah washol yang benar?
1. الوَلدُ جالسٌ و الرّجلُ واقفٌ
Alwaladu jaalisun wa ar-rojulu waaqifun.
Alwaladu jaalisun war rojulu waaqifun.
2. اِبنُ المُدَرِّسِ في الفصل. أينَ ابنُ المُدِيرِ؟
ibnul mudarrisi fil fashli. Aynabnul mudiiri?
ibnul mudarrisi fil fashli. Ayna ibnul mudhiiri?
Mudahkan jawabannya, kalau masih bingung tanyakan langsung ke ustadz ya..
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat buat kita semua sebagai bahan muroja'ah, khususnya bagi peserta bahasa arab yang tidak sempat hadir di jum'at lalu.
Tak lupa ucapan terima kasihku kepada ummahat yang telah bersusah payah mencetak tulisan di WA ini kedalam kertas print dengan tujuan untuk dibagikan kepada saudari2nya di kelas. Semoga Allah membalas usahanya sebagai pemberat amal kebaikannya di yaumil akhir nanti. Allahumma aamiin.
Ilal liqoo di hari jum'at wa baarokallahu fiikunna.
Rabu, 13 Jumādal Ūlā 1436 H - 4 Maret 2015 Mٌ
0 komentar:
Posting Komentar